Emm..akhirnya ngeblog lagi setelah sekian lama berkecimpung di dunia per-Diesan UKM. Jadi ceritanya sekarang ngeblog sekaligus menuhin tugas akustik dari Pak Joko & Pak Komang.
Ok. Mari sekarang kita berbicara tentang dunia akustik. Hal yang akhir-akhir menurutku adalah laut. Nah, sekarang bahasannya tentang salah satu penghuni laut yaitu ikian paus. Apa hubungan paus dengan akustik ? ada donk,,pernah kepikiran nggak tentang suara-suara endusan yang d
ikeluarkan ikan paus?
Jadi setelah baca artikel-artikel tentang ikan paus, ternyata menurut para ilmuwan ikan paus biru (Balaenoptera Musculus ) adalah hewan yang memiliki suara paling keras , yang juga menyandang gelar sebagai hewan terbesar di bumi. Suara ikan paus biru lebih keras daripada suara motor Harley Davidson. Bahkan lebih keras daripada suara konser rock yang paling keras, dan juga lebih keras dari ledakan bom. Suara ikan tersebut adalah 188 desibel..! Angka ini sama dengan 1 juta kali suara mesin jet (yang mencapai tingkat kekerasan suara 120-130 desibel). Perlu diingat bahwa tingkat kekerasan suara bertambah secara logaritmis. Ini berarti setiap kenaikan 10 desibel berarti peningkatan intensitas suara hingga 10 kali.
Wow..untung aja paus tinggalnya di laut,,bukan di darat (emm Tuhan memang Maha Dahsyat).
Dan uniknya lagi, Dari hasil penelitian terhadap mamalia laut, beberapa spesies ikan paus ternyata berbicara dengan dialek yang berbeda-beda. Paus biru dari barat laut Samudra Pasifik mengeluarkan suara berbeda dari paus-paus biru di barat Samudra Pasifik. Suara mereka juga berbeda dengan paus yang hidup di sekitar Antartika. Ketiga kelompok itu juga mengeluarkan suara yang tidak sama dengan paus biru di Cile. Paus-paus di Pasifik timur memiliki suara seperti ketukan dengan nada sangat rendah, diikuti sebuah irama lain.
Kelompok lain menggunakan kombinasi nada, ketukan, dan irama berbeda. Ikan paus humpback memiliki suara yang sangat menarik. Sebuah rekaman yang disebut “nyanyian ikan paus humpback” sangat laris pada tahun 1971. NASA bahkan mengirim rekaman itu ke antariksa.
Penelitian ilmiah yang dilakukan oleh ahli biologi laut, Peter Tyack menunjukkan bahwa ikan paus berkomunikasi dengan pola suara yang kompleks dan mengulang. Dengan menggunakan saluran gelombang, sebuah teknik untuk memproses sinyal digital, Mark Fischer, seorang insinyur dari utara Kalifornia bisa mengubah pola ini ke film dan gambar statis yang indah yang terlihat seperti mandala sonik. Saluran gelombang mengambil nuansa yang mungkin terlewatkan oleh telinga manusia atau metode visualisasi yang kurang canggih.
Melalui perbandingan, semua spesies ikan paus mempunyai pola dan resonansi tersendiri yang unik. Dia percaya bahwa pengulangan dalam lagu ikan paus mengikuti aturan tata bahasa yang sama dengan bahasa manusia. Ketika Anda melihat apa yang ikan paus lakukan dengan suara, atau mulai melihat apa yang mampu mereka lakukan, sangatlah jelas bahwa manusia bukanlah satu-satunya seniman di planet ini.
Keajaiban lainnya, ternyata ikan paus mempunyai kemampuan yang disebut echolocation. Echolocation adalah kemampuan binatang dalam memproduksi frekuensi yang sedang atau tinggi serta mendeteksi echos dari suara ini untuk menentukan jarak dari suatu objek, dan untuk mengenali keadaan fisik di sekitarnya. Echolocation ini memberikan informasi yang detail dan akurat tentang keadaan sekeliling. Echolocation ini memproduksi frekuensi tinggi. Frekuensi tinggi yang digunakan mamalia laut ini memberikan resolusi yang tinggi, meskipun bagaimanapun suara frekuensi tinggi memiliki banyak keterbatasan di dalam air. Echolocation ini penting tidak hanya untuk mendeteksi dan menangkap mangsa tetapi juga melihat lingkungan sekitar.
Kegunaan lain dari suara oleh mamalia laut kemungkinan untuk melemahkan atau menarik perhatian mangsa. Hasil riset memperlihatkan bahwa mamalia laut memproduksi sumber suara intens ketika mencari makanan. Informasi mengenai penggunaan suara dalam hal ini sangat terbatas, namun dapat dipahami bahwa mamalia laut menggunakan suara untuk proses biologis yang cukup vital. Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa mamalia laut menggunakan sinyal suara untuk berkomunikasi satu sama lain di dalam air. Penelitian terakhir bahkan menunjukkan bahwa paus punya dialek berupa suara siulan dan denyutan.
Shapiro menunjukkan bahwa kedua jenis suara bukanlah sinyal yang dipakai untuk bertukar informasi mengenai sumber makanan, tapi sekedar menunjukkan identitas individu dalam komunikasi sosial. Mereka rutin melakukan migrasi hingga ribuan kilometer dan berkelompok. Maka dengan suara yang berbeda-beda, masing-masing dapat membedakan individu dalam kelompoknya atau kelompok lainnya. Hasil penelitian ini dimuat dalam Journal of Acoustical Society of America edisi September 2006.
Referensi
- blog.its.ac.id/abimanyu82neitsacid/2007/09/26/pencemaran-suara-di-laut
- ikanmania.wordpress.com
- Era Baru News ”kisah perjalanan ikan paus”
- JNet9 “IKAN PAUS RAKSASA”
- pandiran “Identitas Suara Paus Unicorn “ kompas.com/Suara Bising di Bawah Laut Bahayakan Paus
Posted by Sutan Rajo di Langik on 21 June, 2009 at 4:42 pm
put, kok harus paus sih gambarna???